
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) mengadakan kegiatan Pembukaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) di Aula Hercules Kampus A Unsurya pada hari Senin tanggal 3 November 2025.
Acara dibuka oleh Rektor Unsurya, Dr. Sungkono, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa AMI merupakan instrumen vital dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) untuk memastikan seluruh kegiatan akademik dan non-akademik berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Rektor juga menekankan bahwa AMI bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan (continuous improvement). Tujuannya adalah mendorong seluruh unit kerja untuk melakukan refleksi kinerja, mengidentifikasi kendala, dan merumuskan langkah perbaikan guna menjaga integritas dan reputasi Unsurya di tengah tantangan pendidikan tinggi yang kompleks.
Kepala LP3M, Dr. Khaerudin, M.M., menyampaikan paparan detail mengenai AMI. Beliau menjelaskan bahwa AMI adalah proses sistematis, mandiri, dan terdokumentasi yang didasarkan pada regulasi seperti UU No. 12/2012 dan Permenristekdikti No. 62/2016.
Audit Mutu Internal adalah proses evaluatif yang sistematis, independen, dan berbasis bukti untuk menilai kesesuaian dan efektivitas sistem mutu organisasi. Dalam kerangka manajemen mutu modern, AMI berfungsi sebagai alat refleksi, pembelajaran, dan peningkatan kinerja yang berkelanjutan dan mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Dengan pelaksanaan audit yang baik, organisasi dapat memperkuat tata kelola, membangun budaya mutu, serta meningkatkan daya saing dan kepercayaan pemangku kepentingan. AMI tidak hanya bersifat kontrol administratif, melainkan merupakan instrumen manajerial strategis yang berfungsi sebagai feedback mechanism dalam siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang dikembangkan oleh Deming.
Sesi diskusi interaktif melibatkan berbagai pimpinan unit kerja, termasuk Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana, Kepala SPI, Kaprodi Teknik Industri, dan Wakil Rektor III. Beberapa catatan pentingnya, antara lain:
- Kesiapan Akreditasi: Wakil Rektor I mengingatkan bahwa tujuh program studi akan menghadapi re-akreditasi dalam lima tahun ke depan, sehingga hasil AMI harus disesuaikan dengan format borang akreditasi baru.
- Komitmen dan SDM: Wakil Rektor III menyoroti komitmen sebagai tantangan utama penjaminan mutu, sementara Wakil Rektor I dan Kaprodi Teknik Industri menyoroti pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) auditor dan dosen.
- Perlunya Indikator Terukur: Kepala SPI mengusulkan agar setiap Rencana Operasional (Renop) program studi mencakup indikator kinerja yang terukur untuk memudahkan evaluasi.
Sebagai tindak lanjut, Auditor yang ditunjuk oleh LP3M akan segera memulai audit lapangan dan desk review pada tanggal 4 – 25 November 2025. Kegiatan ini akan diikuti dengan penyusunan Laporan Hasil Audit (LHA) yang akan dilanjutkan dengan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM).
Kegiatan Pembukaan AMI ini diharapkan dapat berjalan efektif dan menghasilkan temuan yang konstruktif untuk pencapaian visi dan misi Unsurya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul.