
Jakrta Unsurya (WR3/PMB-20/05/26) – Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) resmi menandatangani surat kesanggupan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat pada Selasa, 20 Mei 2026. Kerja sama yang berfokus di bidang pendidikan ini secara spesifik ditujukan untuk program Diploma III Aircraft Maintenance Technology and Operations (AMTO) guna memfasilitasi siswa-siswi asal Papua Barat melanjutkan pendidikan tinggi mereka di bidang kedirgantaraan.
Prosesi penandatanganan ini diwakili langsung oleh pimpinan Unsurya, yaitu Wakil Rektor I Marsda TNI (Purn) Dr. Syamsunasir, S.Sos., M.M., CFr.A., CPM. Beliau didampingi oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Alumni Marsma TNI (Purn) Dra. Rini Mukayani, M.AP, serta Kepala Bagian Kerja Sama Cynthia Rahmawati, S.Si., M.Si.(Han). Sementara itu, dari pihak Pemerintah Provinsi Papua Barat, hadir Kepala Dinas Pendidikan Dr. Barnabas Dowansiba yang mewakili Pemprov beserta jajaran terkait untuk meresmikan langkah kemitraan strategis ini.
Kerja sama ini dirancang sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) asli Papua, khususnya di bidang pemeliharaan dan operasional pesawat terbang yang menjadi keunggulan utama Unsurya. Program kemitraan ini direncanakan akan mulai diselenggarakan pada tahun ajaran baru, yakni bulan September 2026 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Dr. Barnabas Dowansiba, menyampaikan bahwa program D-III AMTO sangat dibutuhkan untuk membangun konektivitas dan mendukung industri penerbangan di Papua Barat di masa depan. Melalui sinergi ini, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar anak-anak berprestasi dari Papua dapat mengakses pendidikan kedirgantaraan berstandar tinggi tanpa terkendala akses. “Papua Barat membutuhkan generasi muda yang menguasai teknologi penerbangan, khususnya pemeliharaan pesawat yang menjadi urat nadi transportasi wilayah kita. Kerja sama dengan Unsurya ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak teknisi-teknisi ahli yang siap membangun tanah Papua,” ujar Dr. Barnabas Dowansiba.
Pihak rektorat Unsurya menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat. Selain kesiapan fasilitas pendidikan dan instruktur bersertifikasi, diskusi ini juga mematangkan skema seleksi, kuota penerimaan, hingga program adaptasi kampus agar para taruna-taruni asal Papua dapat bertransisi dengan baik saat memulai perkuliahan di ibu kota.
Dengan ditandatanganinya surat kesanggupan kerja sama ini, kedua belah pihak optimistis program pengiriman mahasiswa Papua Barat ke kampus Unsurya dapat berjalan lancar pada September 2026, sekaligus menjadi tonggak baru dalam mencetak kader ahli kedirgantaraan dari Indonesia Timur.