
Jakarta Unsurya (WR3/PMB-21/05/26) – Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak insan cendekia yang berkarakter dan berjiwa patriotik melalui sebuah kegiatan pembekalan mahasiswa pada Kamis, 21 Mei 2026. Acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa ini menghadirkan empat pembicara ahli dari Kementerian Pertahanan, BNN, BSSN, hingga akademisi internal kampus.
Acara diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Wakil Rektor III Dr. Agus Purwo W., S.E., M.M., M.A., CIPA., CPM. Bidang Kemahasiswaan Unsurya. Dalam sambutannya, Warek III menyampaikan bahwa pembekalan ini merupakan bagian integral dari komitmen kampus dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara moral dan memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam. Beliau menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini sangat kompleks, mulai dari ancaman fisik, penyalahgunaan narkoba, kejahatan di ruang digital, hingga potensi kekerasan di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, melalui pembekalan terpadu ini, Warek III berharap para mahasiswa Unsurya mampu menyerap ilmu dari para pakar dan bertumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter, berjiwa patriotik, serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan kampus yang aman, sehat, dan harmonis.
Memasuki sesi inti, materi pertama mengenai pentingnya Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk pertahanan negara disampaikan oleh Kabid Lingdik Pusbelneg Bacadnas Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kolonel Arh Moh. Ufiz, S.I.P., M.I.Pol. Ia menekankan bahwa mahasiswa merupakan agen aktif pertahanan negara dalam Sistem Pertahanan Semesta, dan mengajak mereka untuk terlibat dalam program bela negara guna menjaga keutuhan NKRI. Selanjutnya, Martha Istyawan, SKM, M.Si. selaku Penyuluh Narkoba Ahli Muda dari BNN Kota Jakarta Timur memaparkan strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Fokus utamanya adalah mengajak civitas akademika bersinergi mewujudkan “Kampus Bersinar” (Bersih Narkoba) melalui pembentukan Satgas anti-narkoba, pelaksanaan deteksi dini, hingga memotivasi pengguna untuk segera menjalani rehabilitasi demi mengubah perilaku ke arah yang positif.
Beralih pada tantangan digital, Aswin Hadi Nasution, S.ST., M.Eng. dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membawakan materi terkait keamanan siber dan pencegahan cyber crime. Menghadapi tingginya tren aktivitas anomali trafik di sektor pendidikan yang mencapai lebih dari 13 juta aktivitas , BSSN mendorong mahasiswa untuk menjadi “Patriot Siber” melalui edukasi, proteksi, literasi, dan aksi. Mahasiswa dibekali pemahaman untuk memverifikasi keamanan digital demi menangkal kejahatan siber dan menjaga kedaulatan ruang siber Indonesia. Rangkaian pembekalan ini kemudian ditutup oleh Ketua Satgas PPKPT sekaligus Guru Besar Hukum Pidana FH Unsurya, Prof. Dr. Diding Rahmat, S.H., M.H., yang menyoroti masalah darurat kekerasan di perguruan tinggi. Selaras dengan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2025, beliau memaparkan bahwa Unsurya telah membentuk Satgas PPKPT guna memberantas segala bentuk kekerasan, perundungan, dan intoleransi. Beliau menegaskan bahwa menjaga kampus dari kekerasan sama artinya dengan menjaga masa depan bangsa.
Kegiatan yang digelar pada hari ini berjalan selaras dengan Visi Unsurya untuk melahirkan insan cendekia yang cerdas, berkarakter, berjiwa patriotik, dan cinta tanah air. Dengan pemahaman komprehensif dari keempat materi strategis tersebut, mahasiswa Unsurya diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan fisik, moral, hingga digital bangsa Indonesia.