
Jakarta, 26 Agustus 2026 — Career Development Center (CDC) Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) bekerja sama dengan Indonesian Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Timur menyelenggarakan webinar bertajuk “Link and Match Industri dengan Perguruan Tinggi melalui Program Magang Mahasiswa dan Optimalisasi Insentif Pengurangan Pajak.” Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Sambutan webinar disampaikan oleh Wakil Rektor III UNSURYA, Marsma TNI (Purn) Dr. Agus Purwo W., S.E., M.M., CIPA., CPM.. Turut hadir Direktur CDC UNSURYA, Bapak Dr. Ir. Yohannes Dewanto, M.T, Bapak Aryan Chandra Budiman, ST., MT (Wakil Sekjen IAMSA sekaligus Executive Project Manager PT GMF Aero Asia, Tbk), Bapak Ir. Anwarisman, M.M (Ketua Komisi II IAMSA selaku narasumber 1)., Bapak Arief Budi Nugroho, SE, A.k., MM, CA (Divisi Penyuluhan Direktorat Jenderal Pajak Jaktim selaku narasumber 2 ), Bapak Safri, SE, MM (selaku moderator) dan Ibu Rita Intan Permatasari, S.TP, MM (Master of Ceremony).
Webinar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya program magang sebagai salah satu sarana pembelajaran di luar kampus yang dapat memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa sekaligus memperkuat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Di sisi lain, penyelenggaraan program magang masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan perusahaan yang menerima mahasiswa magang, komunikasi yang belum optimal antara perguruan tinggi dan industri, serta masih terbatasnya pemahaman mengenai kebijakan pemerintah yang dapat mendukung pelaksanaan program tersebut.
Melalui kegiatan ini, CDC Unsurya berupaya menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan perspektif pemerintah, asosiasi industri, dan praktisi industri. Forum tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konsep Link and Match, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam penyelenggaraan program magang, rekrutmen, serta pengembangan kompetensi mahasiswa dan alumni.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam webinar adalah kebijakan insentif perpajakan bagi perusahaan yang berpartisipasi dalam kegiatan vokasi dan pengembangan sumber daya manusia. Divisi Penyuluhan DJP Jakarta Timur memberikan pemaparan mengenai kebijakan insentif perpajakan bagi perusahaan penyelenggara program magang serta optimalisasi pemanfaatan fasilitas perpajakan. Informasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dunia industri mengenai dukungan kebijakan pemerintah sekaligus mendorong semakin banyak perusahaan untuk terlibat dalam pengembangan talenta mahasiswa. Dari sisi industri, IAMSA memberikan perspektif mengenai strategi membangun kemitraan antara industri Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) penerbangan dengan perguruan tinggi. Pembahasan juga mencakup praktik baik penyelenggaraan program magang, kompetensi yang dibutuhkan dunia industri, serta peluang karier bagi lulusan perguruan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai tuntutan kompetensi dan peluang karier di sektor industri penerbangan.
Melalui webinar ini, CDC Unsurya juga menargetkan terbentuknya jejaring kerja sama yang lebih luas dengan IAMSA dan perusahaan-perusahaan anggotanya. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang magang dan rekrutmen bagi mahasiswa maupun alumni Unsurya, sekaligus membangun komunikasi berkelanjutan antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi.
Dengan terbangunnya kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri, CDC Unsurya berharap program magang tidak hanya menjadi sarana memperoleh pengalaman kerja bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan strategis dalam menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri serta mampu beradaptasi dan bersaing di dunia kerja.