
Jakarta, 26 Agustus 2026 — Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA) menerima kunjungan delegasi Zhejiang Polytechnic University of Mechanical and Electrical Engineering (ZUME), Tiongkok, dalam rangka penjajakan awal kerja sama pendidikan tinggi di bidang embodied intelligence, teknologi drone, mekatronika cerdas, dan robotika.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembahasan peluang pengembangan China-Indonesia Global Embodied Intelligence Engineering and Technology College melalui program pendidikan gelar ganda dengan skema 4+0 dan 3+1, khususnya pada bidang Teknologi Aplikasi Sistem Drone, Mekatronika Cerdas, dan Robotika.
Rektor UNSURYA, Marsekal Muda TNI (Purn.) Dr. Sungkono, S.E., M.Si., CPM., menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan ZUME memiliki potensi untuk memperkuat pendidikan berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan industri. “Kami menyambut baik penjajakan kerja sama ini. UNSURYA memiliki kekuatan di bidang dirgantara dan penerbangan yang dapat dipadukan dengan keunggulan ZUME dalam mekatronika, robotika, dan manufaktur cerdas. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan pengembangan pendidikan tinggi kedua institusi,” ujar Dr. Sungkono.
ZUME merupakan perguruan tinggi vokasi negeri di Provinsi Zhejiang, Tiongkok, yang berfokus pada manufaktur cerdas, mekatronika, dan transportasi rel. Berdasarkan bahan kunjungan, ZUME memiliki sekitar 11.122 mahasiswa aktif dan 805 tenaga pengajar serta memperoleh peringkat A dalam program China’s Double High Plan. Dalam kunjungannya, delegasi ZUME meninjau fasilitas kampus, sarana pelatihan penerbangan, serta sumber daya akademik UNSURYA. Kedua pihak juga melihat potensi pengembangan pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi drone serta low-altitude economy.
Delegasi ZUME turut dihadiri Jiang Jianjun, Wakil Direktur Divisi Transportasi Cerdas ZUME, dan Zhou Lin, Direktur Kantor Kerja Sama dan Pertukaran Internasional ZUME, serta didampingi Laksda TNI (Purn.) Dr. Ir. Eko Djalmo Asmadi sebagai perwakilan dan penghubung awal dari pihak Indonesia. Kunjungan ini masih merupakan tahap penjajakan awal dan belum bersifat mengikat. Hingga saat ini belum terdapat MoU atau perjanjian kerja sama resmi antara ZUME dan UNSURYA.
Seluruh pembahasan masih bersifat eksploratif sebelum memasuki proses formal selanjutnya. Melalui penjajakan ini, UNSURYA terus membuka peluang kolaborasi internasional untuk memperkuat pengembangan pendidikan di bidang penerbangan, drone, kecerdasan buatan, mekatronika, dan robotika.