
Jakarta, 4 Juli 2026 — Himpunan Mahasiswa Teknik Penerbangan dan Aerospace Engineering (HMTPAE) Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) bersama Karang Taruna RW 08 Lubang Buaya telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi sains penerbangan dan pengelolaan sampah anorganik, pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertempat di RW 08 Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Kegiatan ini mengangkat tema “Edukasi Masyarakat Melalui Pengenalan Sains Penerbangan dan Pengelolaan Sampah Anorganik untuk Mewujudkan Kelestarian Lingkungan” dengan subtema “Membangun Generasi Muda Cerdas Dirgantara & Peduli Lingkungan Hijau”, sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang cerdas dirgantara sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar ilmu dirgantara sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda RW 08 Lubang Buaya terhadap pengelolaan sampah anorganik secara kreatif dan berkelanjutan. Pada sesi edukasi sains penerbangan, peserta diperkenalkan pada konsep dirgantara sebagai ruang udara dan antariksa, empat gaya utama penerbangan yaitu gaya angkat (lift), gaya dorong (thrust), gaya gravitasi (weight), dan gaya hambat (drag), serta penerapan Hukum Newton I, II, dan III dalam prinsip terbang pesawat. Materi tersebut kemudian dipraktikkan secara langsung melalui pengenalan dan uji terbang pesawat foam, yaitu wahana model tanpa mesin yang diterbangkan dengan cara dilemparkan, sehingga peserta dapat memahami dinamika terbang secara nyata dan sederhana.

Pada sesi pengelolaan sampah kreatif bertajuk “Implementasi Kreasi Daur Ulang Non-Organik untuk Lingkungan RW 08 Lubang Buaya”, tim pelaksana memperkenalkan tiga pilar utama pengelolaan sampah anorganik, yaitu sampah plastik, sampah kaleng, serta kertas dan kardus. Sejumlah inovasi turut didemonstrasikan, di antaranya wadah penyimpanan sampah kreatif berbahan galon bekas, kawat ram, dan PVC board; kursi ecobrick dari botol plastik 1,5 liter yang diisi padat dengan sampah plastik bersih hingga dilapisi busa dan kain sebagai furnitur pakai; serta alat penggepeng kaleng berbahan kayu dengan sistem tuas engsel yang mampu meningkatkan efisiensi ruang penyimpanan hingga 80%.

Secara keseluruhan, penerapan alat penggepeng kayu dan pembuatan kursi ecobrick secara kolektif di RW 08 diproyeksikan mampu mereduksi volume sampah terbuang hingga rata-rata 70%, dengan rincian reduksi sampah kertas melalui daur ulang mencapai 85%, kaleng logam melalui pemipihan 80%, botol PET melalui kursi ecobrick 70%, dan plastik sachet sebagai isi ecobrick 55%.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pengurus dan seluruh anggota Karang Taruna RW 08 Lubang Buaya yang telah menjadi mitra aktif dan menyambut baik terlaksananya kegiatan ini. Semoga kolaborasi antara HMTPAE Unsurya dan Karang Taruna RW 08 Lubang Buaya dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi upaya membangun generasi muda yang cerdas dirgantara dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.