
Jakarta, 08 September 2026 – Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) melalui Sentra Kekayaan Intelektual (KI) melaksanakan studi banding dan benchmarking ke Universitas Esa Unggul (UEU), Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan dan mempersiapkan operasional Sentra KI Unsurya.

Rombongan Unsurya diterima oleh Wakil Rektor II Bidang Riset, Pengembangan, dan Inovasi UEU Dr. Rian Adi Pamungkas, S.Kep., Ns., MNS., PH., bersama Kepala LPPM Laras Sitoayu, S.Gz., M.K.M., Kepala Pusat HKI, Inovasi, dan Technopark Lintang Purwara Dewanti, S.Gz., M.Gz., Kepala Pusat PKM Dr. Noni Agustina, M.Pd., serta jajaran staf terkait.
Dari Unsurya, kunjungan diikuti oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Marsekal Muda TNI (Purn.) Dr. Syamsunasir, S.Sos., M.M., CFrA., CPM, Kepala LPPM sekaligus Kepala Sentra KI Unsurya Endah Yuniarti, S.Si., M.Sc., serta Tim Sentra KI yang terdiri atas Dr. Yohannes Dewanto, M.T. , Imron Rosadi, S.Si., M.Si., Lani Florian T.N., S.Kom., dan Marcelino Paul Edwil L., S.Kom.
Dalam sesi pemaparan dan diskusi, Tim Unsurya mempelajari tata kelola Pusat HKI, Inovasi, dan Technopark UEU yang mengintegrasikan fungsi Kekayaan Intelektual, inovasi, hilirisasi, dan technopark. UEU saat ini memberikan layanan Hak Cipta, Paten Sederhana, Paten, dan Desain Industri, dengan capaian yang telah mencakup ribuan Hak Cipta serta sejumlah paten, paten sederhana, dan desain industri.
Salah satu praktik yang menjadi perhatian Unsurya adalah konsep pengembangan KI yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari membangun kesadaran, mengidentifikasi potensi KI, melakukan pendampingan, mendorong produktivitas, hingga pengembangan dan hilirisasi inovasi. Program yang dijalankan antara lain sosialisasi KI, pengembangan sistem informasi dan katalog, benchmarking ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), serta pelatihan manajemen Science Techno Park.
Diskusi juga membahas strategi membangun budaya riset dan KI di kalangan dosen. UEU berbagi pengalaman mengenai pemberian insentif dan fasilitas pendukung penelitian dan publikasi yang dikaitkan dengan pemenuhan kewajiban akademik dosen. Pendekatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong penelitian tidak berhenti pada luaran publikasi, tetapi berkembang menjadi Kekayaan Intelektual dan inovasi yang dapat dimanfaatkan.
Bagi Unsurya, hasil benchmarking tersebut menjadi masukan penting dalam menyiapkan tata kelola, sistem layanan, program kerja, basis data, pendampingan, serta strategi pengembangan dan hilirisasi KI di Sentra KI Unsurya.


Kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama kedua perguruan tinggi dalam bidang penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), publikasi ilmiah, pengembangan Kekayaan Intelektual, serta kegiatan akademik lainnya. Peluang tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), maupun program kolaboratif lainnya.
Melalui kegiatan ini, Unsurya berharap Sentra KI dapat berkembang tidak hanya sebagai pusat layanan perlindungan Kekayaan Intelektual, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendorong riset, inovasi, hilirisasi, dan pemanfaatan hasil karya sivitas akademika.