
Jakarta – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) menyelenggarakan Workshop Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini berlangsung selama Sabtu–Minggu, 6–7 Juni 2026, bertempat di Kampus D FIKES Unsurya.
Workshop ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari stakeholder, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa. Kehadiran para stakeholder menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kurikulum agar mampu mengakomodasi kebutuhan dunia industri, layanan kesehatan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIKES Dr. I Dewa Ketut Kerta Widana, SKM., MKKK yang menyampaikan pentingnya transformasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kurikulum tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran, tetapi juga pada capaian kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Workshop menghadirkan narasumber Ns. Maryana, S.Si.T., S.Psi., S.Kep., M.Kep., yang memberikan materi mengenai konsep dasar Outcome Based Education, filosofi OBE, penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyelarasan kurikulum dengan profil lulusan, hingga implementasi pembelajaran dan asesmen berbasis capaian pembelajaran.

Dalam sesi pemaparan, narasumber menekankan bahwa penerapan OBE merupakan paradigma pembelajaran yang berfokus pada hasil belajar mahasiswa. Seluruh proses pendidikan, mulai dari penyusunan kurikulum, metode pembelajaran, hingga sistem evaluasi harus dirancang secara sistematis untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan sesuai standar nasional maupun internasional.

Selain penyampaian materi, workshop juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan para dosen, stakeholder, dan mahasiswa. Berbagai masukan disampaikan terkait pengembangan kurikulum, kebutuhan kompetensi lulusan di dunia kerja, penguatan soft skills, literasi digital, kemampuan komunikasi, serta penguatan kerja sama dengan mitra pelayanan kesehatan dan industri.
Melalui forum diskusi tersebut, para peserta secara bersama-sama melakukan evaluasi terhadap kurikulum yang telah berjalan sekaligus merumuskan pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan tuntutan profesi kesehatan. Keterlibatan stakeholder diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang lebih aplikatif dan selaras dengan kebutuhan pengguna lulusan.

Suasana workshop berlangsung aktif dan produktif. Peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, mulai dari penyampaian materi, diskusi kelompok, presentasi hasil pembahasan, hingga sesi tanya jawab. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam membangun sistem pendidikan yang lebih berkualitas.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi narasumber dalam berbagi ilmu dan pengalaman, kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan serta sesi foto bersama seluruh peserta di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.


Melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) ini, FIKES Unsurya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi, menghasilkan lulusan yang profesional, unggul, berdaya saing, serta mampu menjawab tantangan perkembangan dunia kesehatan di tingkat nasional maupun internasional.
