
Jakarta, 30 Juni 2026 — Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA) turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi Anugerah Kerja Sama Kemdiktisaintek Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III secara hybrid di Universitas Respati Indonesia, Jakarta Timur, pada Selasa, 30 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.
UNSURYA mengirimkan delegasi yang terdiri dari Wakil Rektor III, Marsma TNI (Purn) Dr. Agus Purwo W., S.E., M.M., M.A., CIPA, CPM; Kepala Bagian Kerja Sama, Cynthia Rahmawati, S.Si., M.Si.(Han); serta Staf LP3M, Tishar Maghfiratika, S.E.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi LLDikti Wilayah III dalam memfasilitasi pengembangan kerja sama perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lain, industri, maupun instansi lain, sebagaimana diamanatkan dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Perguruan Tinggi.
Tema dan Fokus Anugerah Kerja Sama 2026 Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan secara rinci panduan pelaksanaan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026, yang mengusung tema “Diktisaintek Berdampak dalam Mendukung Perekonomian, Sosial, dan Lingkungan”, sejalan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 361/M/KEP/2025 tentang Indikator Dampak Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Perguruan Tinggi.
Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah keterkaitan kerja sama internasional yang berdampak pada tiga dimensi utama, yaitu dampak sosial/masyarakat, dampak ekonomi, dan dampak lingkungan. Perguruan tinggi yang akan mengusulkan proposal pada kategori Kerja Sama Internasional Paling Berdampak diharapkan dapat menunjukkan minimal dua dari tiga dampak tersebut, disertai dengan pembahasan manajemen kerja sama, dampak kerja sama, serta pemberitaan kerja sama di media internal maupun eksternal.
Ketentuan Penting bagi Calon Peserta Beberapa ketentuan administratif yang ditegaskan dalam sosialisasi tersebut antara lain: Setiap perguruan tinggi hanya diperkenankan mengajukan satu proposal untuk satu kategori dengan satu program kerja sama, sehingga pemilihan program kerja sama unggulan yang akan diusulkan perlu dilakukan secara selektif dan strategis. Program kerja sama yang diusulkan harus dilakukan bersama mitra yang terakreditasi atau memiliki reputasi yang baik dan dapat diverifikasi.
Beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk memastikan validitas reputasi mitra antara lain: Memeriksa status kelembagaan mitra (untuk mitra internasional, dapat dicek melalui basis data resmi seperti QS World University Rankings, Times Higher Education, atau direktori asosiasi profesi/industri terkait; untuk mitra industri, dapat dicek melalui legalitas perusahaan, laporan tahunan, atau status keanggotaan asosiasi). Menelusuri rekam jejak kerja sama mitra dengan perguruan tinggi lain, termasuk publikasi bersama, proyek riset, atau program pertukaran yang pernah dijalankan.
Memastikan dokumen legalitas kerja sama (MoU/MoA/IA) tercatat resmi dan dapat ditelusuri melalui sistem LAPORKERMA Kemdiktisaintek. Mengonfirmasi keberadaan dan kredibilitas mitra melalui situs resmi institusi, kontak resmi, atau verifikasi langsung ke kedutaan/atase pendidikan terkait untuk mitra luar negeri.
Selain itu, mitra kerja sama yang diusulkan juga harus dipastikan tidak memiliki konflik kepentingan maupun konflik lainnya yang dapat memengaruhi objektivitas dan keberlanjutan kerja sama tersebut, baik secara hukum, etika akademik, maupun kebijakan institusional. Persiapan UNSURYA Menindaklanjuti sosialisasi ini, Bagian Kerja Sama UNSURYA bersama unit terkait akan melakukan inventarisasi dan kurasi program-program kerja sama internasional yang telah berjalan, guna menetapkan satu program kerja sama paling berdampak periode 2025–2026 yang akan diusulkan pada Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yaitu penerimaan proposal pada 9 Juni–15 Juli 2026.