
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan bertajuk “Pelatihan dan Diskusi Skema Okupasi Bidang Akuntansi SKKNI No. 264 Tahun 2023 dengan MGMP Akuntansi Jakarta Timur II” ini dilaksanakan bersama guru-guru yang tergabung dalam MGMP Akuntansi Jakarta Timur II.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim PKM Dr. Eneng Sugihyanty, S.E., M. Ak dengan anggota Dr. Amor Marundha, S.E., M.Ak. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 264 Tahun 2023 serta mendorong penyelarasan pembelajaran akuntansi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Menjawab Tantangan Penyelarasan Pendidikan dan Dunia Kerja
Dalam sambutannya, tim PKM menyampaikan bahwa banyak sekolah masih menggunakan pendekatan Kurikulum 2013 yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan standar kompetensi kerja terbaru. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
Melalui kegiatan diskusi, workshop, dan pendampingan, guru-guru mendapatkan pemahaman mengenai:
- Struktur dan ruang lingkup SKKNI 264 Tahun 2023
- Konsep unit kompetensi, elemen kompetensi, dan kriteria unjuk kerja
- Konsep level okupasi dalam pembelajaran akuntansi
Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta guru MGMP Akuntansi Jakarta Timur I dan II yang menunjukkan antusiasme tinggi selama diskusi dan sesi pendampingan.

Hasil Utama: Kesepakatan Level Okupasi Akuntansi
Salah satu capaian penting dari kegiatan ini adalah terbentuknya kesepakatan MGMP untuk menetapkan Level II sebagai standar okupasi minimal pembelajaran akuntansi di SMK. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam penyusunan kurikulum, perangkat ajar, serta asesmen pembelajaran di sekolah.
Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi penyelarasan pembelajaran akuntansi berbasis standar industri yang dapat diimplementasikan secara bertahap oleh sekolah. Kegiatan PKM ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru sebagai mitra strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan. Guru tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta merumuskan rekomendasi pembelajaran berbasis kompetensi kerja.
Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat baik terhadap materi, narasumber, serta penyelenggaraan kegiatan. Rencananya kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan perangkat ajar berbasis SKKNI, uji coba implementasi di sekolah, serta penguatan kolaborasi dengan dunia industri.
Melalui kegiatan PKM ini, Prodi Akuntansi Unsurya berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat sinergi pendidikan–industri, serta mendukung terciptanya lulusan yang kompeten dan siap kerja.