Bekerja (dan Belajar) Tanpa Topeng
Bekerja (dan Belajar) Tanpa Topeng
Wed, 22 July 2026 9:59
Dr.Agus Purwo, Wakil Rektor III
WhatsApp Image 2026-07-22 at 09.53.11

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Alhamdulillahirabbil ‘alamin, washalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiyai wal mursalin, wa ‘ala alihi washohbihi ajma’in. Amma ba’du.

Yang saya hormati Bapak/Ibu Pimpinan, jajaran Dosen, para Karyawan yang senantiasa berdedikasi, serta adik-adik mahasiswa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) yang saya banggakan.

Pagi ini, mari kita sejenak merenung tentang satu benda yang sering kali kita pakai, bukan di wajah fisik kita, melainkan di wajah mental dan spiritual kita. Benda itu bernama “Topeng”.

Di era modern ini, kita terbiasa memakai topeng. Kita tampil sangat rajin ketika ada atasan, namun bersantai ketika tidak diawasi. Kita tersenyum di depan rekan kerja, namun mengeluh dan bergunjing di belakang mereka. Mahasiswa tampak mengangguk paham di kelas, tapi mencontek saat ujian. Kita sibuk memoles citra, hingga kita lupa bagaimana caranya menjadi manusia yang otentik, jujur, dan berintegritas.

Hari ini, mari kita bedah tema: Bekerja (dan Belajar) Tanpa Topeng.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Dalam Islam, memakai “topeng” kepalsuan sangat dekat dengan sifat nifaq atau kemunafikan. Allah SWT sangat membenci hamba-Nya yang menampilkan sesuatu yang berbeda dari isi hatinya atau dari perbuatannya.

Mari kita renungkan firman Allah dalam QS. As-Saff ayat 2-3:

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Ayat ini adalah tamparan keras bagi kita yang sering menjadikan pekerjaan atau pendidikan sekadar formalitas dan pencitraan. Dosen yang menuntut mahasiswanya disiplin, namun dirinya sendiri sering terlambat. Mahasiswa yang berteriak soal keadilan sosial di jalanan, tapi masih sering titip absen kepada temannya.

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita tentang pentingnya melepaskan topeng kebohongan ini. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga… Dan jauhilah oleh kalian sifat dusta, karena dusta membawa kepada keburukan, dan keburukan membawa ke neraka.”

Jujur adalah pondasi. Bekerja tanpa topeng berarti kita menyatukan pikiran, perkataan, dan perbuatan. Kita bekerja bukan karena CCTV, bukan karena absensi sidik jari, dan bukan karena takut ditegur Rektor atau Dekan, melainkan karena kita sadar Allah Maha Melihat (Muraqabatullah).

Hadirin yang dirahmati Allah,

Selain nilai agama, kita juga terikat pada nilai kebangsaan. Saya teringat sebuah gagasan brilian dari buku Pancasila Tanpa Topeng karya Wicaksono, A.P (2026).

Dalam bukunya, Wicaksono menyoroti bagaimana Pancasila sering kali hanya menjadi hafalan saat upacara, atau sekadar jargon birokrasi, namun kosong dari implementasi di lapangan. Ini adalah bentuk “memakai topeng” dalam bernegara. Jika gagasan dalam buku tersebut kita tarik ke lingkungan kampus Unsurya yang berjiwa dirgantara, maka aplikasinya sangat nyata:

  • Sila Pertama (Ketuhanan); Menuntut kita bekerja dan belajar dengan niat ibadah. Jika kita menjiwai sila pertama tanpa topeng, tidak akan ada kecurangan akademik atau manipulasi anggaran, karena kita tahu Tuhan adalah auditor tertinggi yang tidak bisa disuap.
  • Sila Kedua (Kemanusiaan); Menuntut dosen, karyawan, dan mahasiswa berinteraksi dengan adab. Dosen tidak merendahkan mahasiswa, karyawan melayani administrasi dengan ramah (bukan keramahan yang dipalsukan karena takut rating turun), dan mahasiswa menghormati seluruh elemen kampus tanpa memandang status.
  • Sila-sila berikutnya; Mengajarkan gotong royong dan integritas. Berhenti menjadikan Pancasila hanya sebagai lip service atau kosmetik institusi. Pancasila harus hidup dalam etos kerja dan budaya belajar kita di Unsurya.

 

Hadirin sekalian, lalu bagaimana mempraktikkan “Bekerja (dan Belajar) Tanpa Topeng” di kampus tercinta ini? Mari kita aplikasikan sesuai peran kita masing-masing:

  1. Untuk Para Karyawan dan Tenaga Kependidikan:
    • Jadilah garda terdepan yang ikhlas. Lepaskan topeng “sibuk” jika sebenarnya bisa melayani mahasiswa atau dosen lebih cepat. Administrasi yang bersih dan transparan adalah ladang pahala Anda.
  2. Untuk Para Dosen:
    • Lepaskan topeng arogansi intelektual. Mengajarlah dengan hati, bukan sekadar menggugurkan kewajiban BKD (Beban Kerja Dosen). Berikan nilai secara objektif dan bimbinglah mahasiswa layaknya anak sendiri. Dosen yang tanpa topeng adalah dosen yang menginspirasi, bukan sekadar menginstruksi.
  3. Untuk Para Mahasiswa:
    • Lepaskan topeng “mahasiswa teladan” yang hanya mengejar nilai IPK tinggi tapi menghalalkan segala cara. Kampus ini adalah kawah candradimuka. Jika dari sekarang kalian terbiasa memakai topeng kecurangan (mencontek, plagiasi, ChatGPT tanpa analisis), kalian akan menjadi koruptor ketika lulus nanti. Jadilah mahasiswa yang tangguh, jujur, dan berani tampil apa adanya dengan karya sendiri.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup, marilah kita jadikan lingkungan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma ini sebagai ekosistem yang sehat, transparan, dan penuh keberkahan. Bekerja dan belajar tanpa topeng memang tidak mudah. Kadang kita terlihat tidak sempurna, kadang kita melakukan kesalahan. Tapi lebih baik menjadi manusia tidak sempurna yang jujur, daripada tampak sempurna tapi palsu.

Mari kita selaraskan iman kita (Al-Qur’an dan Hadis) dengan pijakan kebangsaan kita (Pancasila yang otentik, tanpa topeng) dalam setiap gerak langkah kita di kampus ini.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing hati kita untuk selalu jujur, menjauhkan kita dari sifat munafik, dan menjadikan pekerjaan serta ilmu kita di Unsurya sebagai amal jariyah yang tak terputus. (22/07/26)

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

ditulis oleh : Dr. Agus Purwo W.

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Unsurya

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Our Activities

Mahasiswa Teknik Industri FTDI UNSURYA Gelar PKM-MB Pengolahan Kombucha Sehat Bersama Karang Taruna Halim Perdanakusuma
Jakarta, 18 Juli 2026 – Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik...
Tue, 21 July 2026 | 12:08
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PRODI TEKNIK PENERBANGAN & S1 KEPERAWATAN KAMIS, 16 JULI 2026 DI PONDOK PESANTREN SYA’AIRULLAH
Pada Kamis, 16 Juli 2026, Program Studi S1 Teknik Penerbangan, Fakultas Teknik D...
Tue, 21 July 2026 | 10:33
Rakor YASAU 2026 Bahas Penguatan Ekosistem AMTO, UNSURYA Dorong Kolaborasi Antar-PTS Dirgantara
Jakarta – Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA) turut berpartisip...
Thu, 16 July 2026 | 3:17
Ucapan Selamat dan Bangga Atas Kenaikan Pangkat Marsekal Pertama TNI (W) Dr. Lidia Rina Dyahtaryani, S.H., M.H., C.L.,A.
Dekan & Civitas Akademika Fakultas Hukum Unsurya Mengucapkan; SELAMAT DAN...
Wed, 15 July 2026 | 6:52
15
Oct
Graduation Process

Tanggal :

15 October 2025
- 15 October 2025

Lokasi :

Puri Ardhya Garini
19
Oct
Senate Meeting

Tanggal :

19 October 2025
- 25 October 2025

Lokasi :

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
25
Aug
Spring Semester Seminar Process

Tanggal :

25 August 2025
- 30 August 2025

Lokasi :

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
11
Aug
Short Semester

Tanggal :

11 August 2025
- 30 August 2025

Lokasi :

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Layanan Unggulan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma