
Jakarta — Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) secara resmi melepas mahasiswa terpilih untuk mengikuti Program Internship ke Jepang Tahun Akademik 2025–2026. Kegiatan pelepasan ini dilaksanakan pada 13 Februari 2026 di Aula Hercules Kampus A Unsurya sebagai bagian dari agenda resmi universitas.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Fakultas Teknik Dirgantara dan Industri (FTDI), perwakilan mahasiswa FTDI, serta sivitas akademika dari Program Studi Teknik Penerbangan yang memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan mahasiswa dalam program internasional ini.
Mahasiswa dijadwalkan akan berangkat ke Jepang pada 16 Februari 2026 untuk menjalani program magang di perusahaan mitra di wilayah Tokyo. Program ini merupakan kesempatan bergengsi yang tidak dapat diikuti oleh semua mahasiswa, mengingat proses seleksi yang ketat serta keterbatasan kuota.
Adapun lima mahasiswa dari Program Studi Teknik Penerbangan yang terpilih mengikuti program ini adalah Rizwaan Fazlirayah, Sabda Noor Hidayat, Nasyawa Natasya Sulaeman, Andreas Wahyoga Seba Satmoko, dan M. Abdul Basid Tanjung.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Unsurya, Dr. Agus Purwo W., S.E., M.M., CIPA, menyampaikan bahwa mahasiswa yang berangkat merupakan mahasiswa terpilih yang membawa nama baik Unsurya dan Indonesia di kancah internasional.
“Mahasiswa yang berangkat adalah mahasiswa terpilih. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini. Berangkat biasa, pulang harus menjadi luar biasa. Jepang dikenal dengan kedisiplinannya, maka manfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara maksimal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini telah lebih dari 20 mahasiswa Unsurya yang mengikuti program internship ke Jepang. Mahasiswa diharapkan menjaga kesehatan, disiplin, serta mampu menunjukkan sikap profesional selama menjalani program.
Perwakilan mitra dari PT Wahana, Bapak Teguh, menyampaikan bahwa keberangkatan akan menggunakan maskapai ANA (All Nippon Airways) dengan fasilitas tiket pulang-pergi yang telah disiapkan. Mahasiswa juga akan memperoleh berbagai fasilitas seperti uang saku sebesar 100.000 yen, akomodasi, konsumsi, transportasi, serta pinjaman awal sebesar 50.000 yen.
Ia menegaskan bahwa program ini membuka peluang besar bagi karier internasional, di mana mahasiswa yang menunjukkan kinerja dan soft skill yang baik berpotensi melanjutkan ke kontrak kerja setelah lulus.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan alumni Unsurya yang sudah berada di Jepang, dan terus tingkatkan kemampuan bahasa Jepang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan FTDI Unsurya, Dr. Aprilia Sakti K., S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa jenis pekerjaan yang dijalani mahasiswa selama magang, termasuk sebagai cabin cleaner, tidak boleh dipandang sebagai penurunan kompetensi.
“Justru ini bukan downgrade keahlian, melainkan bagian dari proses eksplorasi dan penguatan kompetensi. Mahasiswa belajar langsung budaya kerja industri, disiplin, tanggung jawab, serta memahami sistem operasional penerbangan dari sisi yang berbeda namun sangat penting,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa peserta, Sabda Noor Hidayat, menyampaikan bahwa proses seleksi yang dilalui cukup menantang, mulai dari pembelajaran bahasa Jepang, wawancara langsung dengan pihak Jepang, hingga pembekalan budaya kerja.
“Belajar bahasa Jepang memang berat, tetapi menyenangkan. Kami berharap program ini menjadi langkah awal untuk berkarier di industri penerbangan internasional serta membawa nama baik kampus dan Indonesia,” ujarnya.
Program ini juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dengan total sekitar 30 peserta dari 6 institusi. Hal ini menunjukkan bahwa program internship ke Jepang menjadi salah satu peluang strategis bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi global dan kesiapan kerja di tingkat internasional.
Melalui program ini, Unsurya terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, serta mampu bersaing di dunia global, khususnya di industri penerbangan.
