
Unsurya Jakarta (Wr3/PMB-30/04/26) – Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan inklusif melalui penyelenggaraan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (30/04) dan bertempat di Aula Hercules, Kampus A Unsurya.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unsurya Dr. Sungkono, dengan mengusung tema “Membangun Kesadaran Kolektif dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan.” Dalam Sambutannya, Rektor menekankan pentingnya peran seluruh sivitas akademika dalam menjaga lingkungan kampus yang bebas dari segala bentuk kekerasan.
Wakil Rektor III Unsurya Dr. Agus Purwo Wicaksono, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas dinaika kehidupan kampus yang berpotensi memunculkan berbagai bentuk kekerasan, baik verbal, fisik, psikologis, seksual, maupun kekerasan berbasis digital.
“Melalui Kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan, sekaligus mensosialisasikan peran satgas PPKPT kepada seluruh warga kampus,” ujarnya.
Pelaksanaan sosialisasi ini didasarkan pada sejumlah regulasi, diantaranya Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi, Keputusan Rektor Unsurya Nomor 250 dan 265 Tahun 2025 terkait pedoman serta pembentukkan Satgas PPKPT, serta surat Ketua Umum Pengurus Yasau tertanggal 20 April 2026 mengenai pencegahan kekerasan.
Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga petugas seperti keamanan, kebersihan, dan pengelola kantin. Materi disampaikan oleh Ketua Satgas PPKPT bersama ketua Divisi Pencegahan, Regulasi, Sosialisasi, dan Edukasi, yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif.
Melalui sosialisasi ini, Unsurya berharap dapat membangun kesadaran kolektif di lingkungan kampus serta mendorong keberanian untuk melaporkan setiap bentuk kekerasan yang terjadi. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan budaya kampus yang berintegritas, inklusif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai perlindungan dan keadilan bagi seluruh warga kampus.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini juga Unsurya semakin menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga pada keamanan dan kesejahteraan seluruh sivitas akademika. (FNR)