
Jakarta Unsurya (wr3/pmb-18/06/2026) – Teknik Penerbangan dan Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma telah melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa Berdampak berupa Sosialisasi Penguatan Ketangguhan Banjir Berbasis Hukum dan Human Factor Aviasi dan pembuatan Modul SOP Penanggulangan Banjir Berbasis Komunitas, Kelurahan Halim Perdanaksuma, Kota Jakarta Timur.
Kegiatan ini mengenai Penguatan Ketangguhan Banjir Berbasis Hukum dan Human Facto Aviasi. dan Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum Pengantar Hukum dan Demokrasi. Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi sebagai meningkatkan koordinasi, penyampaian informasi, dan pengorganisasian warga saat terjadi banjir.
Kelurahan Halim Perdanakusuma dipilih sebagai tempat Sosialisasi untuk Menggabungkan kesadaran hukum (regulasi tata ruang/kebencanaan) dengan ketangguhan banjir menjadi sangat krusial bagi warga Halim demi meningkatkan kesiapsiagaan berbasis komunitas sebelum musim penghujan tiba. Selain itu, Masyarakat di sekitar Halim sudah akrab dengan budaya keselamatan, disiplin, dan prosedur penerbangan. Menggunakan analogi atau prinsip Human Factor aviasi (seperti Crew Resource Management, komunikasi darurat, dan manajemen stres) akan jauh lebih mudah dipahami dan diterima oleh warga setempat karena dekat dengan realitas lingkungan mereka.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu Survei Lokasi & Perizinan, Analisis Kebutuhan (Need Assessment), Penyusunan Materi & Media .
Sesi I Penguatan Ketangguhan Banjir, Penyampaian materi mitigasi bencana banjir dengan mengadopsi prinsip Human Factor dari dunia penerbangan. Warga dilatih untuk membangun sistem komunikasi yang cepat (bebas bias) saat darurat, pembagian peran saat evakuasi, serta memahami aspek hukum terkait hak dan kewajiban warga dalam penanggulangan bencana.
Sesi II Pengantar Hukum dan Demokrasi,Pemberian edukasi mengenai pentingnya kesadaran hukum dalam menjaga ketertiban lingkungan, serta implementasi nilai-nilai demokrasi dalam pengambilan keputusan di tingkat rukun tetangga (RT/RW), khususnya dalam forum-forum warga.
Sesi Diskusi & Tanya Jawab (FGD) Membuka ruang dialog interaktif bagi warga untuk menceritakan kendala di lapangan dan merumuskan solusi bersama narasumber.

Program ini juga melibatkan mahasiswa secara aktif dalam penyusunan materi, pembuatan modul, dokumentasi kegiatan, desain media publikasi, serta pendampingan peserta. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), karena mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini mendukung Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi melalui peningkatan aktivitas dosen dan mahasiswa di luar kampus serta penguatan kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kelurahan Halim Perdanakusuma diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan fisik dalam menghadapi tantangan kebencanaan, tetapi juga tumbuh menjadi komunitas yang tangguh melalui penerapan budaya keselamatan (safety culture) berbasis human factor aviasi, serta senantiasa menjunjung tinggi kesadaran hukum dan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini di Pimpin oleh Bapak Wakil Dekan Fakultas Hukum Prof. Dr. Diding Rahmat, S.H., M.H. Selaku Ketua Program Mahasiswa Berdampak, yang di damping oleh ketiga Narasumber yaitu Bapak Dr. Aturkian Laia, S.H., M.H., Ibu Cynthia Rahmawati, S.Si., M.Si(Han), dan Bapak Maniur Sinaga, S.H., M.H. yang di bantu oleh 4 Mahasiswa dari Program Studi Teknik Penerbangan, para mahasiswa memiliki tugas yang berbeda beda. Kegiatan di laksanakan selama 1 hari pada bulan Juni 2026.
Kami berterimakasih kepada LPPM Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma yang telah mendanai kegiatan kami, Kelurahan Halim Perdanakusuma yang telah membantu kegiatan ini sehingga berjalan dengan lancar dan sukses.