
Bogor, 21 Mei 2026 — Upaya meningkatkan literasi sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau STEM terus dilakukan melalui pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif dan menyenangkan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Penguatan Literasi STEM dan Kedirgantaraan melalui Pembelajaran dengan Teknologi Edukatif di Madrasah Aliyah Sahid Bogor”, para santri Pondok Pesantren Modern Sahid Bogor mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami konsep STEM melalui berbagai modul teknologi edukatif.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 21 Mei 2026 ini menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dengan mengintegrasikan konsep sains, teknologi, rekayasa, matematika, dan kedirgantaraan. Para santri tidak hanya menerima penjelasan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktikum menggunakan enam modul pembelajaran, yaitu pesawat OHLG, pesawat rubber plane, pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit listrik tenaga surya, alat pendeteksi asap, dan robot deteksi garis.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pembelajaran STEM bagi peserta didik di era perkembangan teknologi. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada santri dan guru mengenai bagaimana konsep sains dan matematika dapat diterapkan dalam teknologi nyata, termasuk dalam bidang kedirgantaraan, energi terbarukan, sensor, dan robotika. Setelah sesi pengantar, peserta kemudian mengikuti praktikum kelompok dengan mencoba langsung setiap modul yang telah disiapkan.

Melalui modul pesawat OHLG dan rubber plane, santri diperkenalkan pada prinsip dasar kedirgantaraan, seperti gaya angkat, gaya hambat, keseimbangan pesawat, serta pengaruh desain terhadap performa terbang. Sementara itu, modul pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga surya memberikan pengalaman langsung tentang pemanfaatan energi terbarukan. Pada modul alat pendeteksi asap dan robot deteksi garis, peserta dikenalkan dengan teknologi sensor, rangkaian elektronik, sistem kendali, dan otomasi sederhana.

Antusiasme para santri terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, mencoba alat, mengamati hasil percobaan, dan berdiskusi dalam kelompok. Pembelajaran berbasis praktik ini membuat konsep STEM yang sebelumnya terasa abstrak menjadi lebih mudah dipahami karena peserta dapat melihat langsung hubungan antara teori di kelas dengan penerapan teknologi dalam kehidupan nyata.
Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Sahid Bogor, Bapak Mohamad Toha Munir, S.Hum., M.E., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terlaksananya kegiatan pengabdian ini. Menurut beliau, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para santri karena mereka dapat belajar sains dan teknologi melalui praktik langsung yang menarik. Beliau juga berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan minat santri untuk mendalami pembelajaran STEM serta mendorong mereka agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, produktif, dan bertanggung jawab.
Apresiasi juga disampaikan oleh guru fisika Madrasah Aliyah Sahid Bogor, Bapak Purwanto, S.Pd., M.E.. Beliau menilai bahwa kegiatan berbasis STEM dan teknologi edukatif seperti ini sangat membantu proses pembelajaran di sekolah, khususnya dalam memudahkan santri memahami materi fisika yang berkaitan dengan gaya, energi, listrik, sensor, dan gerak. Melalui praktikum langsung, santri dapat memperoleh pengalaman konkret sehingga konsep yang dipelajari di kelas menjadi lebih mudah dipahami.
Selain praktik modul, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pengukuran pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test. Pre-test diberikan sebelum kegiatan dimulai untuk mengetahui pemahaman awal santri, sedangkan post-test diberikan setelah kegiatan selesai untuk melihat peningkatan pengetahuan setelah mengikuti materi dan praktikum. Peserta juga mengisi kuesioner kepuasan untuk memberikan tanggapan, saran, dan masukan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat literasi STEM dan kedirgantaraan di lingkungan madrasah. Dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif, aplikatif, dan berbasis teknologi edukatif, santri diharapkan semakin termotivasi untuk mempelajari sains dan teknologi serta mampu melihat peluang pengembangan diri di bidang rekayasa, energi, robotika, dan kedirgantaraan.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran STEM tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi juga sebagai pengalaman nyata yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan inovatif dalam menghadapi perkembangan teknologi masa depan.