
JAKARTA — 5 Agustus 2026 Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-39 Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Unsurya sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular melalui Skrining Kesehatan Terintegrasi”.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, dipusatkan di Kampus C Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata FIKES Unsurya dalam mengisi momentum Dies Natalis ke-39 melalui kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kesadaran dan derajat kesehatan di lingkungan kampus. Program ini digawangi langsung oleh tim dosen FIKES Unsurya dengan melibatkan mahasiswa program studi Keperawatan secara aktif sebagai bentuk pembelajaran lapangan dan pengabdian nyata kepada masyarakat.


Kegiatan skrining kesehatan ini juga mendapat dukungan langsung dari pimpinan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Dr. Sungkono, S.E., M.Si., CPM (Rektor Unsurya) dan Dr. Agus Purwo W., S.E., M.M., M.A., CIPA., CPM (Wakil Rektor III) turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan Skrining Kesehatan dengan mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh tim FIKES Unsurya. Kehadiran dan keterlibatan pimpinan Universitas tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penguatan budaya hidup sehat dan upaya deteksi dini Penyakit Tidak Menular di lingkungan perguruan tinggi.
Penyakit Tidak Menular seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan asam urat tinggi kini tidak hanya mengintai kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai mengancam usia produktif. Seringkali PTM berkembang tanpa gejala klinis yang jelas (silent killer), sehingga baru disadari ketika telah menimbulkan komplikasi berat. Melihat kondisi tersebut, FIKES Unsurya mengambil langkah preventif-promotif melalui penyediaan layanan pemeriksaan terpadu yang memfokuskan pada indikator-indikator utama kesehatan. Kegiatan ini dirancang untuk mengukur parameter dasar kesehatan fisik serta memberikan edukasi gaya hidup sehat berdasarkan hasil temuan skrining individu.

Penyelenggaraan skrining kesehatan ini menerapkan konsep alur pelayanan terpadu (one-stop health screening) untuk memastikan efisiensi pelayanan dan kenyamanan para peserta. Adapun lingkup pemeriksaan spesifik yang disediakan mencakup 5 (lima) parameter utama, antara lain: pendaftaran dan pengukuran berat badan (BB), pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, konsultasi dan edukasi kesehatan.
Alur kegiatan PkM yang dilakukan, yaitu peserta melakukan registrasi awal dilanjutkan dengan penimbangan berat badan untuk memantau status gizi serta identifikasi awal risiko obesitas. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter terkalibrasi untuk deteksi dini hipertensi maupun hipotensi. Pengambilan sampel darah kapiler untuk mengukur kadar gula darah sewaktu (GDS) guna mendeteksi potensi diabetes melitus. Pengujian kadar asam urat dalam darah untuk mendeteksi risiko hiperurisemia atau gangguan persendian. Pengujian kadar kolesterol total untuk memantau risiko penyakit kardiovaskular dan penyumbatan pembuluh darah. Peserta mendapatkan sesi konsultasi tatap muka dengan dosen pakar dan praktisi kesehatan dari FIKES Unsurya untuk membaca hasil kelima parameter pemeriksaan tersebut serta mendapatkan rekomendasi intervensi gaya hidup.
Kegiatan PkM ini menjadi wadah kolaborasi konkret antara tim dosen FIKES Unsurya dan mahasiswa keperawatan. Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai panitia pelaksana, tetapi juga mengaplikasikan keterampilan klinis (clinical skills) dan komunikasi terapeutik di bawah pengawasan ketat para dosen pembimbing. Keterlibatan mahasiswa keperawatan mencakup proses penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pengambilan sampel darah kapiler untuk cek gula darah, asam urat, dan kolesterol, hingga pemberian edukasi awal mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Pengalaman ini dinilai sangat berharga dalam membentuk karakter perawat yang kompeten, empatik, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FIKES Unsurya Ns. Harwina Widya Astuti, M.Kep., Sp.Kep.MB menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan institusi dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan. “Skrining kesehatan terintegrasi ini merupakan langkah proaktif kami untuk memutus rantai keterlambatan penanganan PTM. Melalui pemeriksaan berat badan, tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol ini, kita dapat segera memberikan arahan pencegahan dan rujukan jika ditemukan indikasi medis tertentu. Kolaborasi dosen dan mahasiswa keperawatan dalam PkM ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan terbaik lahir dari aksi nyata di tengah masyarakat,” ujar Ketua Tim PkM FIKES Unsurya.
Berdasarkan hasil rekapitulasi data skrining kelima parameter tersebut, tim pengabdi berhasil mengidentifikasi sejumlah peserta yang memiliki faktor risiko tinggi PTM tanpa gejala sebelumnya. Peserta yang terindikasi memiliki kadar gula darah, kolesterol, asam urat, atau tekanan darah di luar batas normal langsung mendapatkan rekomendasi dan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan primer (Puskesmas/Klinik).
Para peserta menyambut positif jalannya acara dan mengapresiasi keramahan serta profesionalisme tim keperawatan Unsurya. Kehadiran layanan gratis ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran mandiri terhadap kondisi kesehatan fisik secara berkala. Sebagai bentuk keberlanjutan (sustainability) dari program pengabdian ini, tim FIKES Unsurya akan melakukan pendampingan berkala melalui konseling kesehatan secara digital serta merencanakan program evaluasi lanjutan dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan. Data agregat hasil pemeriksaan berat badan, tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol ini juga akan dijadikan pijakan awal bagi riset-riset terapan bidang keperawatan dan kesehatan masyarakat di lingkungan Unsurya.
Melalui suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma kembali mempertegas perannya tidak hanya sebagai pusat keunggulan akademis penerbangan dan kesehatan, tetapi juga sebagai institusi yang tanggap dan peduli terhadap derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Copywriter:
Harwina Widya Astuti, M.Kep., Sp.Kep.MB