Merayakan Kebinekaan di Meja Makan Lebaran
Merayakan Kebinekaan di Meja Makan Lebaran
Fri, 20 March 2026 5:04
Wakil Rektor III
WhatsApp Image 2026-03-19 at 10.21.08
Oleh: Dr. Agus Purwo

Idul Fitri di Indonesia bukan sekadar ritual berakhirnya masa lapar dan dahaga. Ia adalah sebuah peristiwa kebudayaan kolosal di mana “meja makan” menjadi altar sakral bagi rekonsiliasi bangsa. Di atas meja yang penuh dengan ketupat, opor, dan rendang, sekat-sekat perbedaan luruh oleh kuah santan kebersamaan. Inilah momen di mana Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin bertemu dengan napas Pancasila dalam wujud yang paling nyata dan membumi.

Fitrah Manusia adalah Berbangsa-bangsa

Tuhan menciptakan manusia dalam keragaman bukan untuk saling menegasikan, melainkan untuk saling mengenal (li-ta’arafu). Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:
> “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal…” (QS. Al-Hujurat: 13)

Ayat ini merupakan fondasi teologis bagi Sila Ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia. Di meja makan Lebaran, ayat ini mewujud secara visual. Kita melihat tetangga lintas iman yang datang berkunjung, kerabat dari latar belakang politik yang berbeda duduk melingkar, hingga sanak saudara dari berbagai strata sosial yang melebur tanpa kasta. Kebinekaan tidak lagi menjadi beban sejarah, melainkan pesta syukur atas kekayaan identitas.

Etika Bertamu dan Kemanusiaan yang Adil

Islam sangat memuliakan tamu tanpa memandang latar belakangnya. Rasulullah SAW bersabda:
> “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Hadis ini selaras dengan Sila Kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Memuliakan tamu di hari lebaran adalah bentuk pengakuan terhadap martabat kemanusiaan. Saat kita membuka pintu rumah bagi siapa pun yang datang, kita sedang mempraktikkan “kemanusiaan yang inklusif”. Di meja makan itu, tidak ada diskriminasi; semua orang berhak atas hangatnya hidangan dan tulusnya maaf.

Meja Makan sebagai Ruang Musyawarah

Secara sosiologis, meja makan Lebaran adalah ruang Sila Keempat. Di sanalah dialog-dialog santai terjadi, mulai dari mengenang masa kecil hingga membicarakan masa depan keluarga dan bangsa. Musyawarah tidak harus selalu formal di gedung parlemen; ia bisa dimulai dari piring-piring yang dentingnya beradu dengan gelak tawa. Kedamaian yang tercipta di meja makan ini adalah modal sosial yang menjaga stabilitas bangsa dari ancaman polarisasi.

Menuju Keadilan Sosial

Idul Fitri juga membawa misi Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Melalui kewajiban Zakat Fitrah sebelum shalat Id, Islam memastikan bahwa tidak ada satu pun meja makan yang kosong di hari kemenangan. Keadilan sosial dipraktikkan agar kegembiraan tidak menjadi milik segelintir elit, melainkan dirasakan hingga ke pelosok-pelosok desa.
Pada akhirnya, “Merayakan Kebinekaan di Meja Makan Lebaran” adalah sebuah manifesto bahwa menjadi Muslim yang baik adalah dengan menjadi warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Idul Fitri mengingatkan kita bahwa meskipun kita memiliki “piring” yang berbeda-beda, kita semua menikmati “hidangan” yang sama: kedamaian di bawah naungan NKRI.

idul fitri, Ramadhan

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Our Activities

Pelantikan Rektor Unsurya Jadi Momentum Penguatan Sinergi Perguruan Tinggi
Jakarta, 21 September 2026 — Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA...
Mon, 21 September 2026 | 2:29
Langkah Awal Menjadi Bagian dari UNSURYA, Mahasiswa Baru Ikuti Pra-PKKMB 2026
Jakarta, 18 September 2026 — Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA...
Fri, 18 September 2026 | 12:52
Sinergi Hukum, Neurosains, dan Akuntansi dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi
Sinergi Hukum, Neurosains, dan Akuntansi dalam Pencegahan dan Pemberantasan Koru...
Tue, 15 September 2026 | 10:24
UNSURYA Perkuat Kapasitas Dosen Menuju Profesionalisme Hukum Dirgantara
Jakarta, 11 September 2026 — Fakultas Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Sury...
Mon, 14 September 2026 | 10:07
15
Oct
Graduation Process

Tanggal :

15 October 2025
- 15 October 2025

Lokasi :

Puri Ardhya Garini
19
Oct
Senate Meeting

Tanggal :

19 October 2025
- 25 October 2025

Lokasi :

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
25
Aug
Spring Semester Seminar Process

Tanggal :

25 August 2025
- 30 August 2025

Lokasi :

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
11
Aug
Short Semester

Tanggal :

11 August 2025
- 30 August 2025

Lokasi :

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma