Delegasi Boeing Kunjungi Unsurya, Bahas Program Pendidikan, Beasiswa, Mentorship, Internship, dan Inovasi Mahasiswa
Delegasi Boeing Kunjungi Unsurya, Bahas Program Pendidikan, Beasiswa, Mentorship, Internship, dan Inovasi Mahasiswa
Wed, 23 September 2026 4:08
Fakultas Teknik Dirgantara dan Industri, Aeronautical Engineering, Aerospace Engineering, Electrical Engineering, Industrial Engineering
Picture1

JAKARTA — Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) menerima kunjungan Delegasi Boeing dalam rangka memperkenalkan berbagai program Boeing kepada sivitas akademika sekaligus membuka ruang diskusi dan peluang pengembangan kerja sama di bidang pendidikan serta industri penerbangan. Kegiatan berlangsung di lingkungan Unsurya dan dihadiri oleh Rektor beserta jajaran pimpinan universitas, Fakultas Teknik Dirgantara dan Industri (FTDI), Delegasi Boeing, serta mahasiswa penerima Boeing Indonesia Scholarship Program.

Delegasi Boeing yang hadir dipimpin oleh Mrs. Veronika Andrews, Project Manager Boeing Commercial Airplanes, serta Mrs. Christine Christyawati, Chairman Boeing Indonesia Association, bersama jajaran delegasi Boeing. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa Unsurya untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai program pengembangan kompetensi, pengalaman industri, mentorship, internship, hingga program inovasi yang diselenggarakan Boeing.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Marsda TNI (Purn.) Dr. Sungkono, S.E., M.Si., CPM. Dalam sambutannya, Rektor menyambut kedatangan Delegasi Boeing di Unsurya serta menyampaikan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan industri dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan dunia penerbangan.

 Boeing Perkenalkan Program untuk Perguruan Tinggi

Dalam sambutannya, Mrs. Veronika Andrews menjelaskan bahwa Boeing telah melaksanakan Indonesia University Roadshow sebagai salah satu upaya untuk membangun komunikasi dan memperkenalkan berbagai kegiatan Boeing kepada perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, kegiatan university roadshow tersebut mencakup beberapa agenda, mulai dari pengenalan tim Boeing, pengenalan universitas, hingga penyampaian berbagai program utama Boeing yang dapat diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika.

Boeing memiliki sejumlah key programs di Indonesia, di antaranya Lecture Series, Mentorship Program, dan Internship Program. Lecture Series terdiri atas delapan modul yang dirancang untuk memberikan wawasan kepada peserta mengenai berbagai bidang yang berkaitan dengan industri dan dunia penerbangan.

Selain itu, Boeing menyediakan Mentorship Program yang diperuntukkan bagi fresh graduate maupun tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman. Program tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pendampingan dari mentor.

Boeing juga memiliki Internship Program dengan durasi sekitar tiga hingga enam bulan. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai lingkungan kerja dan industri penerbangan.

Tidak hanya di Indonesia, Boeing juga memiliki sejumlah program di Amerika Serikat. Salah satunya adalah kegiatan yang memperkenalkan budaya perusahaan Boeing serta kesempatan VIP visit ke fasilitas Boeing. Kunjungan tersebut dapat ditujukan kepada pihak tertentu, seperti konsul, diplomat, maupun perwakilan perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Rektor universitas juga dapat menjadi bagian dari kunjungan apabila mendapatkan kesempatan.

Mentorship Dorong Mahasiswa Mengenali Potensi Diri

Pembahasan mengenai Mentorship Program kemudian disampaikan lebih lanjut oleh Mrs. Christine Christyawati. Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan, tetapi juga membantu peserta mengenali dirinya sendiri serta menentukan arah yang ingin dituju dalam pengembangan karier di dunia aviasi.

Peserta dalam program mentorship didorong untuk melakukan identifikasi terhadap dirinya, salah satunya melalui analisis SWOT. Dengan proses tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang dimiliki sehingga lebih mampu menentukan tujuan dan arah pengembangan dirinya.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh kesempatan bertemu dengan mentor dalam beberapa sesi. Ketersediaan waktu mentor diberikan secara terbatas, yaitu sekitar satu jam dalam tiga kali pertemuan selama program berlangsung.

Setelah menyelesaikan program selama tiga bulan, peserta yang ingin melanjutkan konsultasi dapat melakukan pembahasan secara lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing. Mrs. Christine juga menjelaskan bahwa program mentorship tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Unsurya, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa dari universitas lain.

Menurutnya, mahasiswa perlu mengetahui apa yang ingin dicapai dan ke arah mana kemampuan yang dimiliki akan dikembangkan dalam dunia aviasi. Dengan begitu, kesempatan pengembangan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih terarah.

Peluang Internship Boeing bagi Mahasiswa

Dalam pembahasan mengenai Internship Program, Mrs. Christine menjelaskan bahwa mahasiswa dapat memperoleh pengalaman selama tiga hingga enam bulan di Boeing Indonesia. Bagi peserta yang memperoleh kesempatan lebih lanjut, terdapat kemungkinan melanjutkan pengalaman tersebut di Amerika Serikat, khususnya di California, selama sekitar empat bulan.

Namun, kesempatan tersebut memiliki jumlah peserta yang terbatas. Karena itu, mahasiswa yang berminat mengikuti program internship diimbau untuk mulai mempersiapkan diri, termasuk menyiapkan CV dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa dan peserta yang mengikuti proses pendaftaran harus melalui mekanisme yang berlaku secara global. Dengan demikian, Boeing tidak dapat mengontrol seluruh proses seleksi karena pendaftaran dilakukan secara terbuka dalam sistem global Boeing.

Menanggapi peluang tersebut, Wakil Rektor I Unsurya mendorong Dekan FTDI dan para Ketua Program Studi untuk mulai mempersiapkan mahasiswa yang berpotensi mengikuti program internship Boeing pada tahun 2027.

Persiapan sejak awal dinilai penting agar mahasiswa memiliki waktu yang cukup untuk membangun kemampuan, pengalaman, CV, serta memenuhi persyaratan yang dibutuhkan sebelum mengikuti proses pendaftaran.

Boeing University Innovation Leadership Program (BUILD)

Selain program pendidikan dan pengalaman kerja, Delegasi Boeing juga memperkenalkan Boeing University Innovation Leadership Program (BUILD).

BUILD merupakan program unggulan tahunan Boeing yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Politeknik Teknologi Dirgantara Indonesia (PTDI). Program tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, melihat peluang, serta menghasilkan inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Pada pelaksanaan tahun ini, topik yang diangkat dalam BUILD berkaitan dengan engagement dan opportunity. Program tersebut merupakan agenda tahunan sehingga pada tahun 2027 kembali direncanakan untuk dilaksanakan.

Selain kompetisi dan pengembangan ide, BUILD juga menyediakan kesempatan bagi peserta untuk memperoleh dukungan dalam implementasi gagasan. Hadiah yang disediakan dalam program tersebut mencapai USD 4.000 untuk mendukung implementasi hasil kompetisi.

Setelah dinyatakan sebagai pemenang, peserta juga akan memperoleh pendampingan dari pihak yang terlibat dalam program, termasuk ITB dan PTDI, sehingga ide yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap kompetisi tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut.

Unsurya Bahas Workshop dan Potensi Kolaborasi

Dalam agenda kegiatan, Dekan Fakultas Teknik Dirgantara dan Industri Unsurya, Dr. Aprilia Sakti K, S.Si., M.Si., menyampaikan sejumlah hal berkaitan dengan potensi kegiatan bersama Boeing.

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penyelenggaraan workshop simulasi dan kemungkinan menghadirkan narasumber dari Boeing. Gagasan tersebut disampaikan sebagai salah satu bentuk kegiatan yang dapat memberikan pengalaman dan wawasan langsung kepada mahasiswa.

Pihak Boeing memberikan tanggapan positif terhadap rencana tersebut. Untuk menindaklanjutinya, Boeing menyarankan agar Unsurya menyusun proposal yang berisi konsep kegiatan sehingga dapat dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.

Selain workshop, pembahasan juga mengarah pada peluang implementasi kegiatan melalui divisi atau unit yang ada di lingkungan Unsurya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Program Studi BUILD turut memberikan gambaran mengenai keberadaan UKM ATAC Unsurya yang bergerak dalam bidang drone dan UAV. Keberadaan kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi salah satu potensi pengembangan inovasi mahasiswa di bidang teknologi penerbangan.

Menanggapi hal tersebut, Mrs. Christine menyampaikan bahwa beberapa topik seperti GNSS, lithium battery, dan safety saat ini menjadi isu yang relevan dan berkembang. Topik-topik tersebut juga berpotensi menjadi bidang yang dapat dikembangkan mahasiswa dalam kompetisi BUILD apabila sesuai dengan tema dan ketentuan program.

Mahasiswa Penerima Boeing Indonesia Scholarship Program Sampaikan Pengalaman

Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah penyampaian dari mahasiswa penerima manfaat Boeing Indonesia Scholarship Program.

Ikhwan Muhammad Firdaus, mahasiswa Teknik Penerbangan Unsurya sekaligus Awardee of the Boeing Indonesia Scholarship Program, diberikan kesempatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan pengalamannya sebagai penerima manfaat program beasiswa Boeing.

Penyampaian tersebut menjadi bagian dari kesempatan bagi pihak Boeing untuk mendengar secara langsung pengalaman mahasiswa yang mendapatkan dukungan melalui program beasiswa.

Selain menyampaikan pengalaman dalam kegiatan tersebut, Ikhwan juga memiliki agenda lanjutan. Pada Desember mendatang, ia dijadwalkan untuk mempresentasikan sesuatu yang berkaitan dengan group project para penerima Boeing Indonesia Scholarship Program kepada Boeing Group.

Mahasiswa Ikut Berdiskusi Langsung dengan Boeing

Setelah pemaparan program, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Delegasi Boeing, pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa.

Salah satu pertanyaan disampaikan oleh mahasiswa bernama Itsna mengenai kemungkinan adanya program Boeing yang memberikan pendidikan atau pelatihan khusus bagi fresh graduate sehingga setelah mengikuti program tersebut peserta dapat memperoleh kesempatan untuk bekerja di fasilitas Boeing di Amerika Serikat.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mrs. Christine menjelaskan bahwa saat ini belum terdapat program khusus yang secara langsung menjadi jalur bagi fresh graduate untuk bekerja di Boeing di Amerika Serikat.

Menurut penjelasannya, program yang berjalan saat ini lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan current employee atau kandidat yang telah memiliki pengalaman di dunia aviasi. Karena itu, mahasiswa yang baru lulus dan belum memiliki pengalaman perlu memahami bahwa proses untuk dapat bekerja di Boeing membutuhkan kesiapan dan pengalaman yang sesuai dengan persyaratan.

Dalam diskusi tersebut, Mrs. Christine menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada Boeing sebagai tujuan pertama setelah lulus. Mahasiswa perlu membangun pengalaman dan kemampuan terlebih dahulu sehingga memiliki bekal ketika memasuki dunia industri.

Pesan tersebut disampaikan melalui ungkapan, “Boeing is not your first destination, instead your next destination.” Pesan tersebut menekankan pentingnya proses pengembangan pengalaman dan kompetensi sebelum mengejar peluang karier di perusahaan penerbangan global.

Pertukaran Cinderamata dan Foto Bersama

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata antara Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma dan Boeing. Pertukaran cinderamata dilakukan oleh Rektor Unsurya dan Mrs. Veronika Andrews sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan dan pertemuan yang berlangsung.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi dan foto bersama. Foto bersama melibatkan Rektor Unsurya, Mrs. Veronika Andrews beserta Delegasi Boeing, jajaran pimpinan universitas, Dekan dan jajaran FTDI, serta mahasiswa penerima Boeing Indonesia Scholarship Program.

Rangkaian acara resmi kemudian ditutup, sebelum seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan makan siang bersama dan ramah tamah.

Kunjungan Delegasi Boeing ke Unsurya menjadi ruang pertemuan antara perguruan tinggi dan industri penerbangan untuk memperkenalkan berbagai peluang pengembangan mahasiswa. Mulai dari beasiswa, lecture series, mentorship, internship, hingga program inovasi BUILD, berbagai program tersebut memberikan gambaran mengenai peluang yang dapat dipersiapkan mahasiswa untuk membangun pengalaman dan kompetensi di bidang aviasi.

Melalui kegiatan ini, Unsurya juga membuka peluang untuk menindaklanjuti berbagai bentuk kolaborasi, termasuk workshop, pengembangan kegiatan mahasiswa, serta pemanfaatan potensi bidang drone dan UAV. Sinergi antara Unsurya dan Boeing diharapkan dapat terus berkembang melalui program-program yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan mendukung kesiapan mereka menghadapi dunia industri penerbangan.

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Our Activities

UNSURYA Apresiasi 24 Mahasiswa Berprestasi, Jadi Inspirasi bagi Mahasiswa Baru
Jakarta, 22 September 2026 — Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA...
Wed, 23 September 2026 | 10:46
Usung Tema "Aeravia", PKKMB Unsurya Hari Ke-1 Resmi Dibuka: Bekali Mahasiswa Baru Karakter, Wawasan Keberbangsaan, dan Strategi Adaptasi Kampus
JAKARTA — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Univ...
Wed, 23 September 2026 | 9:54
Pelantikan Rektor Unsurya Jadi Momentum Penguatan Sinergi Perguruan Tinggi
Jakarta, 21 September 2026 — Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA...
Mon, 21 September 2026 | 2:29
Langkah Awal Menjadi Bagian dari UNSURYA, Mahasiswa Baru Ikuti Pra-PKKMB 2026
Jakarta, 18 September 2026 — Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA...
Fri, 18 September 2026 | 12:52
15
Oct
Graduation Process

Tanggal :

15 October 2025
- 15 October 2025

Lokasi :

Puri Ardhya Garini
19
Oct
Senate Meeting

Tanggal :

19 October 2025
- 25 October 2025

Lokasi :

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
25
Aug
Spring Semester Seminar Process

Tanggal :

25 August 2025
- 30 August 2025

Lokasi :

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
11
Aug
Short Semester

Tanggal :

11 August 2025
- 30 August 2025

Lokasi :

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma