
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) – (21/10/2025). Dalam upaya memperkaya wawasan dan kompetensi mahasiswa di bidang spesialisasi keperawatan khususnya Kesehatan Penerbangan, prodi S1 Keperawatan Fikes Unsurya melaksanakan kunjungan akademis ke Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra) dr. Saryanto. Kunjungan ini laksanakan di Laboratorium Aerofisiologi Lakespra dr.Saryanto oleh mahasiswa S1 Keperawatan Unsurya yang saat ini memasuki Semester 3. Rombongan ini dipimpin oleh Kaprodi S1 Keperawatan Ns.Sinta Fresia,S.Kep.,M.Kep dan Sesprodi S1 Keperawatan Ns.Nur Afni Wulandari A,S.Kep.,M.Kep. Kegiatan kunjungan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Oktober 2025. Rombongan mahasiswa diterima langsung oleh Kolonel Kes Muroji,A.Mk selaku Kadep Binkomlitbang di Aula Binkomlitbang. Dalam sambutannya, Kolonel Kes Muroji,A.Mk menyambut baik antusiasme mahasiswa S1 Keperawatan dalam mempelajari tentang Kesehatan penerbangan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Fikes Unsurya untuk membekali mahasiswanya dengan pengetahuan di bidang kesehatan penerbangan. Kesehatan penerbangan adalah spesialisasi yang membutuhkan ketelitian tinggi, terutama dalam penanganan evakuasi medik udara” ujar Kolonel Kes Muroji,A.Mk.
Adapun tujuan utama kunjungan ini adalah untuk menambah wawasan dan kompetensi para mahasiswa S1 Keperawatan di bidang kesehatan penerbangan. Dalam mempelajari ilmu tentang Kesehatan Penerbangan perlu pemahaman khusus mengenai dampak perubahan tekanan udara, ketinggian, dan lingkungan penerbangan terhadap fisiologi tubuh manusia. Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan sesi materi komprehensif mengenai Ilmu Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (IKPR), mekanisme pemeriksaan kesehatan (Medical Examination/Medex) bagi awak pesawat, megunjungi ruangan Hypobaric Chamber, melihat pelatihan penyelamatan diri bawah air dengan Helikopter (HUET) serta melihat alat Basic Orientation Trailer (BOT) dan Advanced Orientation Trainer (AOT). Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk melihat dan merasakan secara langsung Night Vision Trainer yaitu sarana atau alat pelatihan yang dirancang khusus guna melatih awak pesawat dan personel lainnya agar mampu beroperasi secara efektif dan aman dalam kondisi cahaya rendah atau gelap menggunakan atau tanpa menggunakan alat bantu penglihatan malam.
Selama kunjungan tersebut, perwakilan mahasiswa yaitu Dimas Alfarel menyampaikan pesan dan kesannya selama kunjungan tersebut “Kami tidak hanya diberikan pembelajaran secara teori, tetapi juga melihat secara langsung aplikasi keperawatan di bidang penerbangan, sebuah lingkungan yang penuh tantangan. Pengalaman melihat fasilitas seperti hypobaric chamber dan merasakan langsung latihan Night Vision Trainer untuk mengenali keterbatasan dalam penglihatan malam hari bagi para penerbang. Melalui fasilitas Night Vision Trainer, kami diajak mengenali keterbatasan penglihatan manusia saat malam hari. Pengalaman ini mengajarkan kami sebuah filosofi penting bahwa dalam kegelapan, di mana pandangan mata terbatas, kita dipaksa untuk lebih mengandalkan fokus, insting, dan pengetahuan yang telah dilatihkan”.
Ketua Program studi S1 Keperawatan Fikes Unsurya berharap kolaborasi ini dapat berlanjut di masa mendatang untuk mencetak perawat-perawat unggul yang siap berkontribusi pada kesehatan di berbagai matra, termasuk udara.
