
Megamendung, Bogor (Unsurya-WR3).– Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pondok Pesantren Huraidhah, Desa Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Kamis (18/12/2025). Mengangkat tema “Pemberdayaan Santri Melalui Pengenalan Digital Marketing Berbasis Role-Play di Lingkungan Pondok Pesantren Huraidhah Bogor”, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari para Ustadz, Ustadzah, serta santri dan santriwati.

Wakil Rektor (Warek) III Unsurya, Marsekal Pertama TNI (Pur) Dr. Agus Purwo Wicaksono, hadir langsung dalam kegiatan ini bersama jajaran pimpinan lainnya, termasuk Dekan FEB, Kaprodi Manajemen, Kabag TU FEB, serta para dosen dari Prodi Manajemen. Rombongan dari Unsurya diterima dengan hangat oleh pimpinan Pondok Pesantren Huraidhah, yakni Habib Muhammad Alwi Alaydrus selaku Ketua Yayasan sekaligus Owner, Ustadz Robby selaku Sekretaris Yayasan dan Pembina, Ustadzah Aisyah Assegaf selaku Pengawas, serta Ustadz Muhammad Andhini selaku Pimpinan Pondok Pesantren.

Dalam pemaparannya, tim pelaksana memberikan pemahaman mendalam mengenai Digital Marketing sebagai metode dan strategi pemasaran melalui platform digital. Para peserta diajak untuk memahami objek pemasaran yang mencakup produk, jasa, hingga pembangunan brand demi meningkatkan daya saing di era modern. Melalui metode role-play, santri dilatih untuk membangun konstruksi berpikir manajemen yang sistematis, mulai dari perencanaan hingga pengendalian usaha.

Selain aspek pemasaran, materi PKM ini juga membekali peserta dengan prinsip manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) serta analisis SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam berwirausaha. Para santri didorong untuk memiliki jiwa entrepreneurship melalui pengembangan usaha UMKM maupun start-up atau usaha rintisan yang berbasis inovasi teknologi, mencontoh kesuksesan platform besar seperti Gojek dan Tokopedia.

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para santri untuk mengejar pertumbuhan layanan yang unik dan memperluas pangsa pasar hingga ke tingkat global. Menutup rangkaian acara, ditekankan sebuah pesan motivasi bagi seluruh peserta bahwa dalam membangun kemandirian ekonomi, “Tidak Ada Kerja Keras yang Sia-Sia”.