
Tangerang, 15 September 2025 – Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pemahaman praktis mahasiswa Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (FIKes Unsurya) terhadap pelayanan kesehatan penerbangan, peserta Praktik Profesi Kesehatan Penerbangan melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK). Kegiatan ini secara resmi diterima oleh Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan beserta jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kompetensi tenaga keperawatan di bidang kesehatan penerbangan.

Praktik Profesi Kesehatan Penerbangan di BBKK ini mencakup keterlibatan aktif mahasiswa secara langsung dalam berbagai layanan kesehatan strategis, mulai dari pelayanan klinik imunisasi, pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, hingga pelayanan kesehatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, baik di terminal domestik maupun internasional.

Melalui praktik ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai penyelenggaraan pelayanan kesehatan penerbangan yang berfokus pada upaya promotif, preventif, kuratif, dan respons kegawatdaruratan di lingkungan transportasi udara. Pembelajaran dilakukan secara terintegrasi dengan aktivitas tenaga kesehatan BBKK dalam menangani penumpang yang dinilai laik terbang, serta penumpang yang mengalami gangguan kesehatan sebelum, selama, maupun setelah penerbangan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Program Studi Profesi Ners FIKes Unsurya, Ns. Harwina Widya Astuti, M.Kep., Sp.Kep.MB.

Selain itu, mahasiswa juga dibekali pemahaman tentang peran perawat dalam mendukung sistem kekarantinaan kesehatan, pengendalian risiko penularan penyakit lintas negara, serta penanganan kasus kesehatan pada penumpang dengan kondisi khusus, termasuk penyakit akut, penyakit kronis, dan kondisi emergensi di area bandara.
Kegiatan praktik profesi ini menjadi sarana penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan nyata pelayanan keperawatan di bidang kesehatan penerbangan, yang menuntut ketepatan pengambilan keputusan, komunikasi efektif, serta kolaborasi lintas profesi dan instansi. “Melalui pembelajaran langsung di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan dan Bandara Soekarno-Hatta, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menginternalisasi peran dan tanggung jawab perawat dalam menjaga keselamatan dan kesehatan penumpang penerbangan,” ujar Ns. Fitri Anggraeni, S.Kep., M.Kes.

Selain kegiatan pelayanan, praktik profesi ini juga diisi dengan sharing keilmuan antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan jajaran BBKK yang membahas secara mendalam tentang asuhan keperawatan kesehatan penerbangan. Diskusi difokuskan pada peran perawat dalam melakukan pengkajian kondisi kesehatan penumpang, penentuan laik terbang, serta pemberian asuhan keperawatan pada penumpang yang mengalami gangguan kesehatan setelah maupun selama perjalanan udara. Diharapkan, kegiatan ini dapat menghasilkan lulusan tenaga keperawatan yang memiliki kompetensi unggul, adaptif, dan siap berkontribusi dalam sistem pelayanan kesehatan penerbangan nasional maupun internasional.
Penulis :
Ns. Harwina Widya Astuti, M.Kep., Sp.Kep.MB.