
Jakarta, 23 Februari 2026 – Pusat Studi Rancang Bangun Pesawat Terbang dan Keantariksaan, Fakultas Teknologi Dirgantara dan Industri (FTDI) Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA), bersama Rektor Dr. Sungkono, S.E., M.Si, melakukan pertemuan dengan Menteri Transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut tim Pusat Studi, yaitu Ketua Pusat Studi Dr. Aprilia Sakti K., S.Si., M.Si, Ir. Amat Chaeroni, S.T., M.T., Budi Aji Warsiyanto, S.T., M.T, Rafika Arum Sari, S.T., M.T, Ersha Mayori, S.Si., M.Si (Han), serta staf Resya M. Z., S.H.

Dalam diskusi, dibahas sejumlah isu strategis terkait program transmigrasi baru, khususnya dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Kalimantan yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks serta tingkat kepadatan penduduk yang masih rendah.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah pentingnya penguatan konektivitas antar wilayah transmigrasi. Dalam hal ini, UNSURYA menawarkan kontribusi melalui pengembangan teknologi kedirgantaraan, khususnya pemanfaatan pesawat sebagai solusi transportasi masa depan untuk menjangkau daerah terpencil secara lebih efektif dan efisien.

berjalanSelain itu, juga dibahas bahwa sebagian materi transmigrasi yang telah sebelumnya masih dapat dilanjutkan dan dikembangkan kembali dengan pendekatan baru, dengan fokus utama pada wilayah Papua. Hal ini termasuk dukungan dalam aspek operasional seperti maintenance dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Pusat Studi juga mendorong adanya program pengembangan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa, khususnya bagi putra-putri daerah transmigrasi, agar dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan daerahnya masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana kunjungan ke kampus UNSURYA sebagai bagian dari penjajakan kerja sama lanjutan, serta peluang kolaborasi dalam pengembangan drone unggulan untuk mendukung kebutuhan operasional di kawasan transmigrasi.

Program transmigrasi juga diarahkan tidak hanya pada perpindahan penduduk, tetapi juga pada pengembangan potensi masyarakat melalui pendidikan dan peningkatan kompetensi. Dengan demikian, diharapkan program transmigrasi ke depan mampu menciptakan kawasan yang produktif dan berkelanjutan.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara UNSURYA dan Kementerian Transmigrasi dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi kedirgantaraan untuk mendukung pembangunan nasional, khususnya di wilayah-wilayah prioritas Indonesia.
