
Singapura, 4 November 2025 – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kompetensi di bidang manajemen dan perawatan luka, delegasi dari Professional Learning Center (PLC) dan perwakilan Prodi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma melaksanakan kunjungan studi selama satu hari ke Singapore General Hospital (SGH). Kegiatan ini difokuskan pada pendalaman informasi mengenai penerapan Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) dalam mempercepat proses penyembuhan luka, khususnya di Hyperbaric & Diving Medicine Centre dan Unit Perawatan Luka dan Stoma.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh wawasan langsung mengenai tata kelola layanan perawatan luka modern yang terintegrasi dengan teknologi terapi oksigen hiperbarik dan modern wound dressing. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan para ahli di bidang Hyperbaric & Diving Medicine, mengamati prosedur pelayanan pasien yang direncanakan untuk mendapat terapi hiperbarik yang sebelumnya dilakukan pemeriksaan Transcutaneous Pressure Oxygen (TCPO) guna memastikan bahwa proses oksigenasi mencapai perifer, serta meninjau fasilitas terapi hiperbarik berstandar internasional. Dressing current electricity pada perawatan luka yang diaplikasikan menggunakan teknologi dengan konsep electrical proton yang membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada fase granulasi.

Selain itu, peserta juga mempelajari sistem koordinasi antarunit yang melibatkan dokter spesialis, perawat spesialis perawatan luka, stoma dan kontinen yaitu perawat Enterostomal Therapy Nurse (ETN), dan tim rehabilitasi medik dalam menangani pasien dengan luka kronis, seperti ulkus diabetikum, luka tekan, dan luka pascaoperasi. Pendekatan multidisiplin yang diterapkan SGH menjadi model inspiratif untuk peningkatan mutu pelayanan luka di Indonesia.

Melalui kunjungan ini, diharapkan dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan antara dalam bidang pengembangan praktik klinik yang berdampak dalam pembelajaran dan pengembangan keterampilan serta kompetensi, pelatihan tenaga kesehatan, serta penelitian terkait perawatan luka dan terapi oksigen hiperbarik.
“Kami sangat terkesan dengan sistem yang terstruktur dan kolaboratif di SGH. Penggunaan terapi oksigen hiperbarik yang tepat dan rasional berdasarkan kondisi pasien sehingga perawatan ini tidak hanya mempercepat proses penyembuhan luka, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar Ns. Harwina Widya Astuti, M.Kep., Sp.Kep.MB, (Certified Wound Care Nurse), selaku Ka.Prodi Pendidikan Profesi Ners.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan Indonesia dan memperluas penerapan teknologi inovatif untuk pelayanan luka yang lebih efektif dan berbasis bukti ilmiah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan pada pasien terutama pasien dengan luka baik akut maupun kronis.
Scriptwriter:
Ns. Harwina Widya Astuti, M.Kep., Sp.Kep.MB