
Unsurya Jakarta (WR3/PMB-13/04/26) – Dewan Sengketa Indonesia (DSI) menyelenggarakan Sidang Terbuka Penandatanganan Pakta Integritas Pengambilan Sumpah/Janji, dan Pelantikan Profesi Mediator di wilayah hukum DKI Jakarta pada Senin (13/4). Kegiatan ini berlangsung di Aula Super Puma Kampus C Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.

Aacara ini merupakan bagian dari upaya DSI untuk memperkuat peran mediator profesional dalam penyelesaian sengketa secara damai di Indonesia. Acara tersebut diikuti oleh para mediator yang telah memenuhi persyaratan untuk diambil sumpah dan dilantik secara resmi oleh DSI. Dalam kegiatan ini, para mediator menandatangani pakta integritas serta mengucapkan sumpah/janji sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan profesi mediator secara profesional, independen, dan berintegritas.
sebanyak 31 Mediator dari berbagai daerah di Indonesia dilantik dalam sidang terbuka in. Para mediator berasal dari sejumlah wilayah seperti Jakarta, Yogyakarta, Tangerang Selatan, Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, Denpasar, Jambi, Papua Barat, dan Jakarta Timur.

Menariknya, di antara para mediator yang dilantik terdapat pimpinan Unsurya, yakni Rektor Unsurya Dr. Sungkono, Wakil Rektor I Dr. Syamsunasir, Wakil Rektor II Dr. Afrizal Hendra, Wakil Rektor III Dr. Agus Purwo Wicaksono, dan juga Guru Besar Unsurya Prof. Dr. Drs. Halkis yang turut mengikuti pengambilan sumpah dan pelantikan sebagai mediator profesional.
Dalam sambutannya Rektor Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Dr. Sungkono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Unsurya sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya peran mediator dalam menciptakan penyelesaian sengketa yang lebih efektid dan berkeadilan di tengah masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan akademik, tetapi juga dalam membangun kapasitas profesional yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran mediator yang kompeten diharapkan dapat membantu penyelesaian berbagai sengketan secara damai dan konstruktif”, ujarnya.
Rektor juga berharap kerja sama antara Dewan Sengketa Indonesia dengan perguruan tinggi dapat terus diperkuat, khususnya dalam pengembangan pendidikan, pelatiha, serta peningkatan kompetensi mediator di Indonesia.

Acara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh pengurus Dewan Sengketa Indonesia, akademisi, serta para undangan dari berbagai instansi. Melalui pelantikan ini, diharapkan para mediator dapat berperan aktif dalam mendukung penyelesaian sengketa melalui mekanisme alternatif yang lebih cepat, efektif, fan berorientasi pada perdamaian. (FNR)